GEOLOGI
Silakan lakukan pendaftaran terlebih dahulu untuk mengakses forum ini .

Best Regards
- Admin -

Cekungan Jawa Timur Utara

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Cekungan Jawa Timur Utara

Post  Admin on Thu Feb 03, 2011 4:26 pm

I.1 Tatanan Tektonik Regional

I.1.1 Fisiografi Daerah Cekungan Jawa Timur Utara

Cekungan Jawa Timur Utara secara fisiografi yang terletak di antara pantai Laut Jawa dan sederetan gunung api yang berarah Barat-Timur di sebelah selatannya. Cekungan ini terdiri dari dua buah pegunungan yang berjalan sejajar dengan arah Barat-Timur dan dipisahkan oleh suatu depresi diantaranya.

Cekungan Jawa Timur merupakan zona pertemuan lempeng-lempeng Eurasian (Sunda Craton) dan Indo-Australian dan saat ini merupakan back-arc basin (Gambar 1).

Belakangan ini, sebagian besar Cekungan Jawa Timur diinterpretasi terdiri atas lempeng-lempeng mikro Gondwana (Sribudiyani et al., 2003, dalam laporan Studi Cekungan Jawa Timur Utara, Joint Study BPMIGAS-LAPI ITB, 2007). Cekungan ini di sebelah Utara dibatasi oleh Tinggian Paternosfer, sebelah Selatan oleh tinggian deretan gunung api aktif Jawa Tengah-Timur, sebelah Barat oleh Karimunjawa Arch, dan sebelah Timur oleh Cekungan (laut dalam) Lombok.

Cekungan Jawa Timur dapat dibagi menjadi 4 satuan tectono – physiografi (v. Bemmelen, 1949) karena ternyata bahwa pembagian ini ada kaitannya dengan tektonik daerah tersebut. Adapun ke 4 pembagian tersebut berturut-turut dari Selatan ke Utara adalah sebagai berikut: Jalur Kendeng, Depresi Randublatung, Jalur Rembang dan Paparan Laut Jawa

I.1.2 Tatanan Struktur

Cekungan Jawa Timur adalah cekungan back-arc pada ujung tenggara Paparan Sunda yang dibatasi oleh Busur Karimunjawa dan Paparan Sunda di bagian barat, ke utara oleh Tinggian Meratus, ke arah timur oleh Tinggian Masalembo-Doang dan ke selatan oleh jalur volkanik Jawa (Sribudiyani, 2003)

Cekungan Jawa Timur dipisahkan menjadi tiga mandala struktur (structural provinces) (Satyana, 2005) dari utara ke selatan (Gambar 3) , yaitu :

1. Paparan Utara yang terdiri dari Busur Bawean, Paparan Madura Utara dan Paparan Kangean Utara.

2. Bagian tengah yaitu Tinggian Sentral yang terdiri dari Jawa Barat Laut (Kujung) – Madura – Kangean – Tinggian Lombok

3. Bagian selatan dikenal sebagai Cekungan Selatan yang terdiri dari Zona Rembang – Selat Madura – Sub-Cekungan Lombok

Konfigurasi basemen Cekungan Jawa Timur di kontrol oleh dua trend struktur utama, yaitu trend NE – SW yang umumnya hanya dijumpai di mandala Paparan Utara dan trend W – E yang terdapat di Mandala Tinggian Sentral dan Cekungan Selatan.

Akibat tumbukan lempeng selama Tersier Awal, Cekungan Jawa Timur terangkat dan mengalami erosi. Deretan perbukitan berarah NE – SW terbentuk di sepanjang tepi tenggara Paparan Sunda akibat pemekaran busur belakang. Dari barat ke timur, kenampakan struktur utama dalam wilayah tarikan ini adalah Busur Karimunjawa, Palung Muria, Busur Bawean, dan Tinggian Tuban-Madura Utara. Pengangkatan pada waktu Oligosen Awal menghentikan proses-proses pengendapan dan menyebabkan erosi yang luas. Periode selanjutnya adalah periode tektonik tenang dan akumulasi endapan karbonat hingga Miosen Awal. Periode terakhir adalah periode tektonik kompresi mulai dari Miosen Akhir hingga sekarang. Sesar-sesar normal yang membentuk horst dan graben teraktifkan kembali sehingga menghasilkan struktur – struktur terbalik (inverted relief) (Hamilton, 1979).

Bagian barat Cekungan Jawa Timur terdiri dari struktur tinggian dan rendahan dengan trend NE – SW, terlihat pada konfigurasi alasnya seperti Busur Karimunjawa, Palung Muria, Busur Bawean, Palung Tuban-Camar, Bukit JS-1, Depresi Masalembo- Doang, dan Paparan Madura Utara. Ke arah selatan, Paparan Jawa NE, Zona Rembang Madura Kendeng, Zona Madura Selatan, dan Zona Depresi Solo.

Bagian tengah Cekungan Jawa Timur didominasi oleh pola struktur berarah barat- timur seperti yang berkembang di Paparan Madura Utara, Tinggian Madura, dan Sub Cekungan Selat Madura. Ke timur, pola barat – timur lebih berkembang, diperlihatkan oleh Sub-Cekungan Sakala, Kangean, Sub-Cekungan Lombok.

Umumnya, mandala Paparan Utara, merupakan sisa struktur yang berkembang pada zaman Kapur (sutura Meratus). Selama Eosen hingga Miosen daerah ini berubah menjadi tempat perkembangan terumbu. Pada zaman Tersier Akhir daerah ini menjadi lingkungan yang baik bagi perkembangan fasies karbonat paparan.

1. Mandala, Tinggian Sentral merupakan daerah terangkat hasil penyesaran ekstensional Eosen – Oligosen Akhir dan pembalikan struktur Miosen -Resen. Tinggian Sentral berbentuk kemenerusan Tinggian Kujung dan Tinggian Madura-Kangean ke arah timur. Di utara, Tinggian Sentral dibatasi oleh sesar-sesar Sepanjang dan Sakala, dan di selatan oleh Tinggian Madura-Kangean-Sepanjang. Mandala, tegasan tensional Eosen Akhir menyebabkan penurunan regional di daerah ini. Bagian tingginya menjadi tempat perkembangan fasies reefal.

2. Mandala, Cekungan Selatan terbentuk oleh sesar ekstensional Eosen – Oligosen Akhir yang dilanjutkan oleh periode struktur terbalik produk kompresi Miosen Awal – Resen. Zona Rembang yang menerus sampai lepas pantai sebagai sesar mendatar (wrench fault) berasosiasi dengan pengangkatan Kujung, Madura, Kangean, dan Sepanjang ke arah utara. Pembalikan struktur mengangkat bagian utara, sedangkan bagian selatan tetap pada lingkungan batial dalam.

Admin
Admin

Jumlah posting : 19
Join date : 03.02.11

Lihat profil user http://geologi.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik